Perempuan masih dilemahkan dalam Sistem Politik Indonesia

Dian Abraham dan Sudarto Marelo
Dian Abraham dan Sudarto Marelo

Palembang-Spora, Posisi perempuan masih tersubordinasi dalam sistem politik Indonesia saat ini.  Struktur politik dominan yang mengatur relasi kekuasaan masih memarjinalkan peran dan posisi perempuan.  Selain sistem sosial yang memproduksi nilai-nilai yang memiliki potensi delematis bagi perempuan untuk masuk ke wilayah politik praktis, seperti nilai-nilai patriarki dan politik uang, demikian ungkap Chairil Syah, Ketua DPP Sarekat Hijau Indonesia (SHI) saat membuka Training “memperkuat Posisi Perempuan dalam Politik (Lokal) Indonesia” di Palembang tanggal 1-2 Mei 2013.

Menurut Sudarto Marelo, Ketua DPW SHI Sumatera Selatan yang menjadi ketua penyelenggara mengatakan tujuan dari training ini selain untuk mendorong perempuan untuk menjadi posisi penting di organisasi gerakan politik SHI, juga membangun kerjasama antar perempuan, LSM dan organisasi perempuan untuk memobilisasi gerakan politik dalam menghadapi pemilu tahun 2014.  Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung Partai Hijau Indonesia (PHI) untuk membangun konstituen perempuan.

Dian Abraham, salah satu narasumber dari DPP SHI menjelaskan posisi gerakan politik hijau Indonesia di tingkat internasional.  Menurutnya Indonesia memiliki posisi penting bagi gerakan hijau.  Karena itu SHI sudah menjadi bagian dari Global Greens.  Kegiatan training ini sendiri didukung oleh Partai Hijau Australia.

Peserta training berjumlah sekitar 25 orang perempuan yang berasal dari anggota SHI  Sumsel, Walhi Sumsel, Walhi Lampung, Solidaritas Perempuan Palembang, Yayasan Spora, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sumsel, LBH, Yayasan Puspa Indonesia,  Fitra Sumsel, Mapala MDP, WCC Palembang dan mahasiswa. (S01)