Organisasi

Yayasan Spora

Lambang Spora

Spora Institute didirikan di Palembang pada tanggal 11 September 1998, dengan akte notaris Badiah Azhari, SH No. 53 Tahun 1998. Kemudian diperbarui dengan akte notaris Rizaldi, S.H., M.Kn. No.1 tahun 2022. Lembaga ini bekerja untuk penguatan partisipasi dan kemajuan pedesaan. Mempunyai perhatian khusus pada terjaminnya proses transformasi sosial untuk mencapai tatanan masyarakat yang adil, demokratis, dan berkelanjutan khususnya di pedesaan serta penegakan hak-hak petani, perempuan dan masyarakat adat terhadap sumber-sumber agraria melalui penguatan partisipasi dan kapasitas organisasi rakyat.        

Visi

Tercapainya masyarakat yang demokratis dan berkeadilan, khususnya di pedesaan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan agraria yang berkelanjutan.

Misi

  1. Melakukan studi dan advokasi kebijakan pengelolaan sumberdaya alam dan agraria yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat
  2. Berproses bersama masyarakat desa untuk mewujudkan keberlanjutan sosial dan lingkungan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan agraria .
  3. Menyediakan program penguatan partisipasi dan pengembangan kapasitas organisasi rakyat

   Nilai-nilai

  • penghargaan pada hak asasi manusia
  • Keadilan
  • Demokrasi
  • Partisipasi
  • Berpihak pada rakyat
  • Berkelanjutan
  • berkeadilan gender


Makna Lambang Spora

Lingkaran  luar berbentuk kelopak bunga berwarna hijau. Kelopak bunga mempunyai makna damai atau tanpa kekerasan, kelopak berjumlah 16 buah yang melambangkan 16 mata angin atau mewakili seluruh penjuru dunia (universal), lingkaran mempunyai makna berkeadilan, sedangkan warna hijau mempunyai makna lingkungan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan makna lingkaran luar adalah: Spora akan bekerja secara universal untuk tata kelola lingkungan dengan prinsip  berkelanjutan, berkeadilan dan tanpa kekerasan. Lingkaran dalam  berbentuk roda berwarna merah. Roda mempunyai makna gerakan yang dinamis, sedangkan warna merah mempunyai makna kerakyatan. Secara keseluruhan makna lingkaran dalam adalah: Spirit kerja Spora berdasarkan gerakan sosial yang dinamis, dimana setiap keputusan diambil melalui partisipasi rakyat.

Pengurus Spora Institute:

Dewan Penasehat
Ketua    : Dr. Amin Tohari, M.A.
Anggota:
– M. Khairul Sobri, S.T. – Drs. Syaiful Anwar – Derlan, S.H.

Badan Pelaksana
Direktur                : Ir. Yulian Junaidi, M.Si.
Sekretaris            : Rahmah, M.Si.
Wakil Sekretaris : Dian Indah Sari, S.P.
Bendahara           : Muhammad Syarifuddin

Humas      :
– Muhammad Irfan, S.I.Kom.

Staf Program:  
1. Divisi Kajian Strategis
– Laksmi A. Savitri, Ph.D.
– Abdul Kholek, M.A.
– Ferdiansyah Rivai, M.A.
– Muhammad Arbi, M.Sc.

2. Divisi SPACE (Strengthening Participation and Community Empowerment)
– Syahroni, S.P.
– Septa Galang Saputra, S.P.
– Adhe Satria, S.E.
– Nyayu Nurul Husna, S.St.Pi.

3. Divisi Agroecology
– Daniel Ortega, S.P.
– Hajar Asywadi, S.P.
– Nur Rahmat.

4. Divisi Pendidikan
– Asmaran Dani, S.IP.
– Indah Prihartini, S.P.