Hugo Chavez Mewarisi Semangat Bandung

Palembang-Spora, Pada tanggal 5 Maret 2013, Hugo Rafael Chavez Frias, Presiden Venezuela, meninggal karena serangan jantung dan kanker.  Jutaan rakyat Venezuela menangisi kepergiannya.  “Revolusi Bolivarian harus terus berlanjut”, teriakan rakyat di jalan-jalan.  Chavez berada di garda depan dalam pemberdayaan rakyat miskin,  pemimpin Amerika Latin sayap kiri yang melanda belahan bumi dalam dua dekade terakhir.Tentu tidak berlebihan kalau kita katakan Chavez mewarisi semangat Bandung.

Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia sekaligus Koordinator Umum Gerakan Petani Internasional La Via Campesina, saat menghadiri pertemuan World Social Forum Brasil, Januari 2005 silam bertemu dengan Chavez. Presiden Venezuela tersebut muncul di antara para peserta, memakai kemeja merah dan slayer hijau.

Dalam pertemuan yang diorganisasi Gerakan Petani tanpa Lahan (Movimento dos Trabalhadores Rurais Sem Terra/MST) itu, Henry berkesempatan mempresentasikan  pertanian agroekologi. Begitu Chavez menyaksikan presentasi Henry, dia datang menghampiri. “Bandung, Bandung, Bandung,” ucapnya sembari menunjuk ke dada Henry.

Ternyata Chavez merujuk Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. “Saya yakin Chavez terinspirasi dan mewarisi semangat Bandung, dan itu membuat saya bangga” kata Henry.

Hal sama diungkapkan JJ Polong, bahwa Chavez adalah seorang populis yang telah mewariskan platform reformasi sosial, ekonomi dan politik.  Dia membawa Venezuela menuju keadilan sosial.  “Chavez merupakan alternatif bagi sistem yang korup dan penuh penghisapan, bukan hanya untuk Venuzuela, tapi seluruh dunia”, ungkap Polong. (S02)