Penggalian Kearifan Melayu pada PPN VI Di Jambi

Suasana Malam Apresiasi PPN VI
Suasana Malam Apresiasi PPN VI di Jambi

Jambi-Spora, International Poet Gathering atau Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) VI yang berlangsung tanggal 28-31 Desember di Jambi berhasil mengungkap kearifan melayu yang tersimpan dalam karya puisi baik klasik maupun modern.  Nilai kearifan ini terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia, seperti dimensi sosial, ekonomi dan politik.

Melayu sebagai puak, etnis dan entitas yang membangun peradaban di nusantara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai, Pilipina, dan Thailand telah terbukti sebagai puak yang terbuka dan responsif terhadap perubahan baik yang disebabkan oleh dinamika internal maupun eksternal. Menurut Anwar Putra Bayu, peserta dari Sumsel, perjalanan Parameswara dari Palembang menuju Tumasek (Singapura) dan seterusnya membangun Kerajaan Malaka merupakan bukti kedinamisan bangsa melayu dengan nilai hidup saling mengasihi dan saling menghargai.

Disisi lain, JJ Polong yang juga peserta dalam pertemuan ini mengingatkan jangan sampai kearifan bangsa melayu dirusak oleh kepentingan ekonomi politik kelompok tertentu, seperti munculnya jargon-jargon putra daerah dalam kontestasi politik dalam Pilkada, atau menggunakan Laskar Melayu untuk membela kepentingan investor yang sedang berkonflik dengan masyarakat.  “Kita harus menjaga kearifan bangsa melayu dalam kedudukan yang benar, yaitu untuk kepentingan kemanusiaan dan peradaban yang maju, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu yang melakukan penghisapan dan penindasan terhadap rakyat”, ungkap Polong. (S01)

Berkomentar