Organisasi Gerakan Kutuk Pembantaian Brimob

Angga Bin Darmawan

Palembang, Spora – Kematian Angga Bin Darmawan (12 tahun) yang dibantai Brimob, buntut dari sengketa lahan PTPN VII dengan petani sekitarnya menimbulkan reaksi keras dari tokoh-tokoh organisasi gerakan di Sumsel.  Sejumlah tokoh berkumpul di sekretariat Walhi Sumsel malam ini (27/7) Pukul 09.30 dan menyatakan tuntutannya.  JJ Polong yang mewakili Serikat Petani Indonesia (SPI) mengutuk keras penembakan Brimob yang mengakibatkan korban jiwa seorang anak petani. “SPI Sebagai Organisasi Gerakan Petani menuntut; pertama, mendesak kepolisian untuk menghentikan cara-cara militer dalam menyelesaikan sengketa lahan dan mengutuk perbuatan keji Brimob; kedua, SBY segera laksanakan pembaruan agraria dengan membagikan tanah yang dikuasai oleh PTPN VII kepada petani di sekitarnya, agar tidak terjadi lagi kekerasan terhadap petani, tegas Polong.

Anwar Sadat yang mewakili Walhi Sumsel meminta SBY untuk memecat Kapolri dan Kapolda Sumsel yang bertanggung jawab atas penembakan terhadap Angga.  Hal senada disampaikan oleh Chairilsyah yang mewakili Sarekat Hijau Indonesia (SHI). “Saya mengutuk keras penembakan Brimob dan segera bubarkan PTPN VII. Ini tindakan biadab”, katanya.

Tarech Rasyid, seorang akademisi Universitas IBA menuntut Gubernur Sumsel  mundur karena gagal menyelesaikan sengketa lahan dan lebih berpihak pada perusahaan dari pada warganya.  Selain itu tarech menghimbau ulama di Sumsel untuk mengutuk peristiwa berdarah di Bulan Suci Ramadhan. “Kejadian ini menunjukkan Brimob tidak menghargai umat islam.  Disaat umat ingin berbuka puasa mereka membantai rakyat” ungkap Tarech.

Febri Al-Lintani dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sriwijaya mengatakan konflik sosial tidak seharusnya menghilangkan jiwa anak “Kami mengutuk kekerasan terhadap anak dan hal ini jelas melanggar hak-hak anak yang sudah diatur oleh PBB”.

Saat ini kondisi di desa-desa di sekitar PTPN VII Cinta Manis masih mencekam, menurut salah seorang warga dari Desa Seri Tanjung yang  juga hadir di Walhi Sumsel dan tidak mau disebutkan namanya, mengatakan malam ini masih terdengar beberapa kali suara letusan  yang membuat warga semakin ketakutan. (S01)

Ada 1 komentar

  1. baderi berkata:

    Saya secara pribadi dan organisasi AMAN KALSEL ikut mendukung perjuangan kawan-kawan untuk memberantas ketidakadilan yang dilakukan oleh aparat brimob dan jajarannya. Bukannya aparat sebagai pengamanan dan melindunggi masyarakat, yang terjadi adalah sebaliknya membuat masyarakat rasa ketakutan, aparat yang seperti ini harus dihangguskan dimuka bumi ini bikin sangsara masyarakat saja. Apakah tidak ada rasa kemanusiaan yang tertanam dalam benak rapa aparat, dan juga pendidikan kemaliteran hanya untuk menimbak masyarakat saja. salam berjuang bagi kawan-kawan……