2.500 Petani Sumsel Tuntut Pencabutan Izin Perkebunan

Aksi Petani

KOMPAS, Sekitar 2.500 petani yang tengah berunjuk rasa di depan kantor gubernur Sumatera Selatan di Palembang, Selasa (27/12/2011), menuntut pencabutan hak guna usaha sejumlah perusahaan perkebunan sawit maupun tanaman industri. Perusahaan-perusahaan itu dinilai telah menggusur lahan masyarakat.

Tuntutan itu diajukan 2.500 pengunjuk rasa yang berasal dari 12 desa yang berkonflik lahan dengan perusahaan-perusahaan perkebunan.  Salah satunya masyarakat Desa Sungai Sodong, Mesuji, yang meminta pencabutan hak guna usaha PT Sumber Wangi Alam.

Konflik-konflik lahan yang diajukan telah berlangsung antara 5-10 tahun dan belum terselesaikan. Sejauh ini, unjuk rasa masih berlangsung aman.

Ribuan petani yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumsel itu ditemui Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf.

Kepada pengunjuk rasa, Eddy menyatakan belum dapat memberi kepastian soal permasalahan lahan yang dihadapi masyarakat. Kewenangan berada di pemerintah kabupaten atau kota.

“Penerusan atau pencabutan hak guna usaha pada lahan, ada pada pemerintah kabupaten atau kota. Tetapi kami akan segera membahasnya,” kata Eddy.

Eddy juga mengatakan, agar masyarakat tetap tenang dan tidak memperumit permasalahan. Saat ini berbagai permasalahan konflik lahan masih dikaji pemerintah pusat, dan diharapkan segera ada solusinya.

Para pengunjukrasa belum puas dengan pernyataan itu, dan menuntut pemberian tanda tangan pencabutan hak guna usaha perusahaan perkebunan yang berkonflik lahan dengan warga.

www . KOMPAS.com